Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapal Feri Membawa 350 Orang Tenggelam di Filipina Selatan, Setidaknya 15 Korban Tewas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |10:55 WIB
Kapal Feri Membawa 350 Orang Tenggelam di Filipina Selatan, Setidaknya 15 Korban Tewas
Ilustrasi.
A
A
A

MANILA — Sebuah feri dengan lebih dari 350 orang di dalamnya tenggelam pada Senin (26/1/2026) dini hari di dekat sebuah pulau di Filipina selatan. Tim penyelamat telah menyelamatkan setidaknya 316 penumpang dan menemukan 15 jenazah, kata para pejabat.

M/V Trisha Kerstin 3, sebuah feri kargo dan penumpang antarpulau, sedang berlayar menuju Pulau Jolo di selatan Provinsi Sulu dari kota pelabuhan Zamboanga dengan 332 penumpang dan 27 awak kapal ketika tampaknya mengalami masalah teknis dan tenggelam setelah tengah malam, kata pejabat penjaga pantai.

Komandan Penjaga Pantai Romel Dua mengatakan bahwa feri tersebut tenggelam dalam cuaca baik sekitar satu mil laut (hampir 2 kilometer) dari Desa Pulau Baluk-Baluk di Provinsi Basilan. Banyak di antara korban selamat dibawa ke desa tersebut.

"Ada seorang petugas keselamatan penjaga pantai di atas kapal dan dialah yang pertama kali menghubungi serta memberi tahu kami untuk mengerahkan kapal penyelamat," kata Dua kepada Associated Press. Ia menambahkan bahwa petugas keselamatan tersebut selamat.

Kapal penjaga pantai dan angkatan laut, bersama dengan pesawat pengintai, helikopter Black Hawk angkatan udara, serta armada kapal nelayan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lepas pantai Basilan, kata Dua.

 

Gubernur Provinsi Basilan, Mujiv Hataman, mengatakan beberapa penumpang dan dua jenazah dibawa ke Isabela, ibu kota provinsi, tempat ia dan ambulans menunggu.

"Saya menerima 37 orang di sini di dermaga. Sayangnya, dua orang meninggal," kata Hataman kepada AP melalui telepon seluler dari dermaga Isabela.

Penjaga pantai mengatakan 316 penumpang telah diselamatkan dan setidaknya 15 jenazah ditemukan.

Penyebab tenggelamnya feri belum jelas dan akan ada penyelidikan, kata Dua, seraya menambahkan bahwa penjaga pantai telah memeriksa feri sebelum meninggalkan Pelabuhan Zamboanga dan tidak ada tanda-tanda kelebihan muatan.

Kecelakaan laut sering terjadi di kepulauan Filipina karena seringnya badai, kapal yang tidak terawat dengan baik, kepadatan penumpang, serta penegakan peraturan keselamatan yang tidak konsisten, terutama di provinsi-provinsi terpencil.

 

Pada Desember 1987, feri Dona Paz tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tanker bahan bakar di Filipina tengah, menewaskan lebih dari 4.300 orang dalam bencana maritim terburuk di dunia pada masa damai.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement