SLEMAN - Kejaksaan Negeri Sleman akhirnya menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tersangka Hogi Minaya (43) dengan dua jambret yang meninggal, secara kekeluargaan. Hogi dengan keluarga korban menyepakati jalan damai (restorative justice).
Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto mengatakan, dalam pertemuan kedua belah sudah bersepakat untuk untuk restorative justice.
"Hari ini, kami Kejaksaan Negeri Sleman sebagai jaksa fasilitator melakukan upaya restorative justice kepada kedua belah pihak yaitu tersangka Hogi dan keluarga korban. Alhamdulillah kedua belah pihak saling setuju, sepakat,” kata Bambang, Senin (26/1/2026).
Dalam pertemuan ini, kata Bambang, kedua belah pihak saling memaafkan. Mereka telah menyadari bahwa kejadian sudah berlalu dan mereka ke depan berupaya menyelesaikan dengan kekeluargaan.
Meskipun sudah bersepakat, namun bentuk perdamaiannya belum ditentukan. Hal ini akan dirembug kedua penasihat hukum mereka.
"Perdamaian masih akan dikonsultasikan dan dikomunikasikan lagi antara para penasehat hukum. Nanti akan ada pembicaraan lebih lanjut bentuknya seperti apa," kata Bambang.
Bambang berharap, proses ini segera selesai dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan. Apalagi mereka sudah saling bersepakat.
Bambang menilai kasus Hogi, memenuhi syarat untuk dilakukan restorative justice. Tersangka Hogi ini dijerat dengan Pasal 310 UU Lalu Lintas.
"Prinsipnya, memenuhi syarat untuk dilakukan RJ (restorative justice). Ini sudah memenuhi (syarat). Pertimbangan jaksa penuntut umum pun disampaikan, ini (kasus Hogi) bisa diupayakan RJ,” tutup Bambang.
Sekadar diketahui, kasus ini berawal saat istri Hogi mengendarai motor dan menjadi korban penjambretan pada 26 April 2025 silam. Kedua jambret mengambil tas dan berupaya kabur.
Saat itulah, Hogi yang mengemudikan mobil berusaha mengejar jambret. Hingga akhirnya Hogi bisa memepet motor jambret dan minta tasnya yang berisi dokumen berharga itu dikembalikan.
Namun kedua jambret memacu motor dan naik ke atas trotoar dan menabrak tempok. Kedua jambret ini kemudian jatuh terpental ke jalan dan meninggal.
(Fahmi Firdaus )