Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rhenald Kasali Khawatir Kasus Tata Kelola Minyak Bikin Anak Muda Takut Bisnis

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |10:51 WIB
Rhenald Kasali Khawatir Kasus Tata Kelola Minyak Bikin Anak Muda Takut Bisnis
Sidang tata kelola minyak di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Nur Khabibi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Guru Besar Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rhenald Kasali, mengaku khawatir perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang di PT Pertamina membuat pengusaha muda takut berbisnis. Apalagi, kata dia, berbisnis dengan perusahaan negara atau BUMN.

“Rumit ya. Rumit. Saya khawatir anak-anak muda enggak berani bekerja sama dengan perusahaan negara, enggak berani menjadi pemimpin di BUMN, enggak berani berbisnis dengan perusahaan negara,” kata Rhenald di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Lebih lanjut, Rhenald menyoroti kaitan risiko bisnis dengan anggapan kejahatan dalam segi ekonomi. Menurutnya, teori ekonomi dan bisnis harus ditulis ulang jika para terdakwa dalam kasus ini dinyatakan bersalah.

“Jadi kalau itu dianggapnya kesalahan, ya Indonesia harus menulis ulang teori ekonomi dan bisnis,” katanya.

Rhenald berharap penjelasan yang disampaikannya di persidangan dapat membuat terang perkara tersebut. Konsultan bisnis ternama itu meminta aparat penegak hukum untuk mencari kejahatan yang sebenarnya.

“Temukan kejahatan yang sebenarnya, tetapi kalau bisnis jangan dianggap itu sebagai kejahatan,” katanya.

Sekadar informasi, salah satu terdakwa dalam perkara ini yaitu beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, yang masih berusia sekitar 40 tahun. Kerry dan terdakwa lainnya didakwa menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp285,1 triliun dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement