JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada reshuffle atau pergantian kursi Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.
Hal ini ditegaskan Prasetyo saat ditanya soal kemungkinan adanya reshuffle menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Reshuffle lagi, enggak ada reshuffle,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo pun menegaskan kembali tidak ada reshuffle dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintah saat ini sedang fokus bekerja untuk masyarakat agar pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan dapat berjalan lancar dan aman.
“Enggak ada (reshuffle). Kita menjelang bulan suci Ramadan, menjelang Lebaran. Sebagaimana yang tadi baru saja diumumkan, ini kan bagaimana pemerintah bekerja keras supaya seluruh masyarakat dapat menjalani Bulan Suci Ramadan dan Lebaran nanti dengan sebaik-baiknya,” tegas Prasetyo.
Lebih lanjut, Prasetyo menekankan pemerintah terus berupaya meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
“Kita berpikir terus-menerus bagaimana meringankan beban saudara-saudara kita, terutama di desil 1 hingga desil 4,” tegasnya.
Prasetyo mengatakan pemerintah telah memberikan sejumlah stimulus ekonomi dalam rangka Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Diharapkan stimulus tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperlancar pelaksanaan mudik Lebaran.
“Kita memberikan stimulus-stimulus dalam bentuk diskon, baik tiket kereta api, tiket pesawat, maupun tiket penyeberangan. Dan semua semata-mata untuk membantu meringankan beban masyarakat. Harapan kita, dengan seperti itu, ekonomi akan tumbuh dan bergerak di triwulan pertama. Itu yang selalu menjadi dasar,” lanjutnya.
Selain itu, kata Prasetyo, pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan kelayakan jalan menjelang libur Lebaran. “Bahkan, di beberapa tempat sempat jatuh korban. Kami mewakili pemerintah tentu sangat prihatin dan saya hampir setiap hari terus mengingatkan seluruh jajaran untuk memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini, tetapi berisiko fatal. Itu semangat yang ingin kita bangun,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )