Ia memastikan, kurma tersebut akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai hidangan berbuka puasa selama Ramadhan.
Menurut Nasaruddin, kurma memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Selain dianjurkan dalam ajaran Islam, kurma juga telah menjadi tradisi yang melekat sebagai menu pembuka saat berbuka puasa.
“Di masyarakat kita, rasanya belum lengkap berbuka puasa tanpa kurma. Ini sudah menjadi tradisi yang kuat,” katanya.
Ia juga menambahkan, meskipun berbagai jenis kurma tersedia di pasaran Indonesia, masyarakat cenderung lebih menyukai kurma yang berasal langsung dari Arab Saudi karena dinilai memiliki kualitas dan cita rasa khas.
Bantuan tersebut, lanjut Nasaruddin, juga akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat sebagai bagian dari kerja sama bilateral yang terus terjalin baik antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Atas nama rakyat Indonesia, kami kembali mengucapkan terima kasih. Insya Allah ini akan saya sampaikan kepada Presiden bahwa bantuan kurma untuk umat Islam Indonesia telah kembali diterima,” tutupnya.
(Awaludin)