Cak Imin juga menekankan, bahwa data penerima bantuan bersifat dinamis dan terus diperbarui mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Data ini dinamis karena kondisi sosial ekonomi kita berubah setiap hari. Ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang naik kelas, ada yang turun kelas,” ungkapnya.
Menurut dia, dinamika tersebut menuntut pemerintah untuk terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data, termasuk data Jaminan Kesehatan Nasional bagi para penerima bantuan iuran.
“Kami tidak pernah berhenti mengkonsolidasikan data sosial ekonomi, terutama data JKN untuk penerima bantuan iuran,” tandasnya.
(Awaludin)