Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembicaraan Nuklir Putaran Kedua antara Iran dan AS Dimulai di Jenewa

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 17 Februari 2026 |22:20 WIB
Pembicaraan Nuklir Putaran Kedua antara Iran dan AS Dimulai di Jenewa
Pembicaraan Nuklir Putaran Kedua antara Iran dan AS Dimulai di Jenewa/Reuters
A
A
A

JAKARTA - Putaran kedua pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan terkait program nuklir Teheran, telah dimulai di Jenewa, Swiss.

Pembicaraan tidak langsung ini menyusul ancaman militer berulang kali oleh AS terhadap Iran atas tindakan keras negara itu terhadap protes anti-pemerintah dan perselisihan yang sedang berlangsung mengenai program nuklirnya.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One menjelang pembicaraan terbaru, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia percaya Iran ingin membuat kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri di Teheran mengatakan pihaknya percaya bahwa posisi AS mengenai masalah nuklir telah bergeser ke arah "yang lebih realistis".

Iran mengatakan pertemuan pada Selasa (17/2/2026), yang dimediasi oleh Oman, akan fokus pada program nuklirnya dan potensi pencabutan sanksi ekonomi yang dikenakan oleh AS.

Washington sebelumnya telah mengindikasikan bahwa mereka juga ingin membahas isu-isu lain, seperti pengembangan rudal Iran.

Menyebut pembicaraan itu "sangat penting", Trump mengatakan ia akan terlibat "secara tidak langsung" dan menyarankan Teheran termotivasi kali ini untuk bernegosiasi.

"Saya rasa mereka tidak ingin menanggung konsekuensi dari tidak mencapai kesepakatan," kata Trump sebagaimana dilansir BBC. Ia menambahkan bahwa Iran telah belajar konsekuensi dari sikap keras dalam pembicaraan musim panas lalu ketika AS membom situs nuklir Iran.

 

"Kita bisa saja mencapai kesepakatan daripada mengirimkan B-2 untuk melumpuhkan potensi nuklir mereka. Dan kita harus mengirimkan B-2," kata Presiden AS, merujuk pada pesawat pembom siluman yang melakukan pemboman tersebut. "Saya harap mereka akan lebih masuk akal."

Ancaman Trump muncul di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah selama beberapa minggu terakhir. Washington telah mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan dekat Iran, yang diikuti oleh pergerakan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah.

Berbicara pada Selasa, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menanggapi ancaman aksi militer Trump dengan mengatakan: "Lebih berbahaya daripada kapal induk adalah senjata yang dapat menenggelamkannya ke dasar laut.

"Dia mengatakan tentara AS adalah tentara terkuat di dunia. 'Tentara terkuat di dunia' terkadang dapat menerima pukulan sedemikian rupa sehingga tidak dapat bangkit kembali," ujar Khamenei.

Khamenei juga menuduh AS mengusulkan pembicaraan nuklir tetapi mengatakan kepada Iran "hasil negosiasi seharusnya adalah bahwa Anda tidak akan memiliki energi (nuklir) ini".

 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa ia berada di Jenewa untuk "mencapai kesepakatan yang adil dan merata".

"Yang tidak ada dalam pembahasan: penyerahan diri di hadapan ancaman," kata Araqchi.

Iran telah menanggapi peningkatan kekuatan militer AS dengan menunjukkan kekuatan mereka sendiri. Pada Senin (16/2/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan latihan maritim di Selat Hormuz, yang terletak di Teluk antara Oman dan Iran.

Selat tersebut dianggap sebagai jalur air internasional yang vital dan rute ekspor minyak dari negara-negara Arab Teluk.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Senin bahwa mencapai kesepakatan dengan Teheran akan "sangat sulit".

"Saya pikir ada peluang di sini untuk mencapai kesepakatan secara diplomatis... tetapi saya juga tidak ingin melebih-lebihkannya," kata Rubio selama kunjungan ke Hungaria. "Ini akan sulit."

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement