Berdasarkan data hisab, posisi hilal pada hari penentuan belum memenuhi kriteria tersebut. Menag menyebutkan bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah standar visibilitas.
“Berarti itu bukan saja ghairu imkanur rukyat tetapi ghoiru wujudul hilal, belum hilal itu masih dibawa ufuk, hingga 0 derajat 58 menit 47 detik,”imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara bahkan negara-negara Islam lainnya.
“Jadi di seluruh wilayah kepulauan Indonesia bahkan Asia Tenggara bahkan kalau kita melihat tadi diskusinya ya, di seluruh negara-negara Islam pun juga itu belum ada suatu negara muslim pun yang masuk kategori imkanur rukyat ya. Bahkan kebanyakan mereka itu ghairu wujudul hilal wujudul hilal belum muncul karena masih di bawah ufuk,” jelasnya.
Menag menambahkan bahwa rujukan Kalender Hilal Global versi Turki juga menunjukkan bahwa Ramadan belum dimulai keesokan harinya.