Tito juga memaparkan bahwa dari 52 kabupaten/kota terdampak bencana, sebanyak 38 kabupaten/kota telah kembali normal. Selain itu, 3 kabupaten/kota kondisinya mendekati normal, sedangkan 11 kabupaten/kota masih membutuhkan atensi khusus.
Mendagri itu menjelaskan, indikator normalitas suatu daerah ditentukan oleh beberapa variabel, di antaranya pemerintahan, layanan publik, akses darat, ekonomi, sosial, serta indikator dasar lainnya seperti SPBU, listrik, PDAM, internet, gas LPG, TPA-TPST, bank sampah, dan normalisasi sungai.
Ia memastikan, perkembangan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana saat ini menunjukkan progres positif, terutama pada aspek akses jalan yang telah berfungsi sepenuhnya, aliran listrik yang sudah dapat dimanfaatkan masyarakat, hingga SPBU yang telah beroperasi normal.
“Kalau pasar sudah bergerak semua, jalan. Tapi UMKM-nya belum optimal sepenuhnya. Masih menjadi tugas kita ada pembersihan lumpur, perbaikan jembatan, jalan desa, dan daerah-daerah yang perlu kita selesaikan,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.