Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Prabowo Ingin Peringatan Nuzulul Quran Digelar di Istana Negara

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |09:51 WIB
Presiden Prabowo Ingin Peringatan Nuzulul Quran Digelar di Istana Negara
Presiden Prabowo Ingin Peringatan Nuzulul Quran Digelar di Istana Negara (Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai bertemu Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan.

“Baik, teman-teman sekalian. Saya baru saja bertemu dengan Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan peringatan Nuzulul Qur’an. Insya Allah, peringatan Nuzulul Qur’an direncanakan akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Istana Negara,” ujar Menag kepada awak media, dikutip Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah alternatif lokasi pelaksanaan. Di antaranya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Masjid Istiqlal, Istana Negara, maupun tempat lainnya. “Dan Bapak Presiden memberikan arahan agar kegiatan tersebut dilaksanakan di Istana Negara,” katanya.

Nasaruddin menambahkan, pemilihan Istana Negara sebagai lokasi peringatan memiliki makna simbolik yang kuat. Ia menilai, Nuzulul Qur’an bukan hanya momentum spiritual umat Islam, tetapi juga pengingat nilai-nilai kebangsaan, keadilan, dan kemanusiaan yang sejalan dengan ajaran Alquran.

“Ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita. Nilai-nilai Alquran seperti keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Menag menyampaikan, Kementerian Agama akan menyiapkan konsep acara yang khidmat namun tetap inklusif. Peringatan tersebut rencananya akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, duta besar negara sahabat, hingga perwakilan generasi muda.

 

“Kami ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi ruang silaturahmi kebangsaan. Istana Negara sebagai simbol negara diharapkan dapat menjadi tempat yang merekatkan nilai spiritual dan nilai kenegaraan,” ucapnya.

Ia memastikan seluruh teknis pelaksanaan akan dikoordinasikan secara matang dengan pihak Istana agar acara berjalan tertib dan lancar.

“Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi substansi acara maupun teknis pelaksanaannya. Insya Allah, ini akan menjadi peringatan yang penuh makna,” tutur Nasaruddin.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement