Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Militer Iran Siap, Invasi Darat Akan Jadi Bencana Besar bagi AS

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |10:53 WIB
Militer Iran Siap, Invasi Darat Akan Jadi Bencana Besar bagi AS
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: X)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan militer negaranya siap menghadapi potensi invasi darat Amerika Serikat (AS). Iran menegaskan pihaknya menolak gencatan senjata di tengah ketegangan dengan Washington dan Israel.

Ditanya dalam wawancara video dengan NBC News pada Kamis (6/6/2026) apakah ia takut akan kemungkinan invasi oleh Amerika Serikat, Araghchi menegaskan Iran siap.

“Tidak, kami menunggu mereka,” katanya, sebagaimana dilansir TRT. Araghchi menambahkan bahwa Teheran yakin dapat menghadapi pasukan AS dan bahwa langkah seperti itu akan menjadi “bencana besar” bagi Washington.

Pernyataan tersebut muncul setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, serangan yang menurut otoritas Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan beberapa pejabat keamanan senior.

 

Iran Menolak Seruan Gencatan Senjata

Meskipun konflik meningkat, Araghchi mengatakan Iran belum meminta gencatan senjata.

Ia menyinggung perang singkat dengan Israel tahun lalu, dan menegaskan Teheran juga tidak meminta gencatan senjata saat itu.

“Sebelumnya, Israel-lah yang meminta gencatan senjata,” katanya, merujuk pada konflik 12 hari di mana pasukan Israel dan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran.

Araghchi berpendapat bahwa tujuan Iran dalam konfrontasi saat ini hanyalah untuk melawan apa yang ia gambarkan sebagai tindakan ilegal terhadap negara tersebut.

“Tidak ada pemenang dalam perang ini,” katanya. “Kemenangan kita adalah mampu melawan.”

 

Tuding AS Serang Sekolah di Minab

Araghchi juga menyalahkan Amerika Serikat atau Israel atas serangan terhadap sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan, yang menurutnya menewaskan 171 siswi. Ia menegaskan pejabat militer Iran percaya bahwa serangan itu hanya dapat dilakukan oleh salah satu dari kedua negara tersebut.

Pejabat AS membantah bertanggung jawab.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan Washington sedang menyelidiki insiden tersebut dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menargetkan warga sipil.

“Kami sedang meninjau dan menyelidiki hal itu,” katanya kepada wartawan.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menolak tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak melakukan serangan terhadap target sipil.

 

Araghchi menambahkan bahwa Iran saat ini tidak memiliki kontak dengan perantara AS, termasuk utusan Steve Witkoff atau Jared Kushner. Ia berpendapat bahwa Iran memiliki sedikit alasan untuk melanjutkan negosiasi setelah upaya diplomatik sebelumnya diikuti oleh serangan militer.

“Faktanya adalah kami tidak memiliki pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” kata Araghchi, menuduh Washington gagal bernegosiasi dengan itikad baik.

Meskipun demikian, menteri luar negeri Iran mengakui bahwa konflik tersebut mungkin tidak menghasilkan hasil yang menentukan bagi pihak mana pun.

“Tidak ada pemenang dalam perang ini,” katanya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement