JAKARTA - Militer Amerika Serikat menyatakan, dua personelnya tewas dan empat lainnya terluka menyusul serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran di Yordania. Belum diketahui identitas prajurit AS yang tewas tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) yang membawahi operasi militer AS di Timur Tengah, menyebut, bahwa satu personel tentara AS masih dinyatakan hilang setelah serangan Iran.
“Dua anggota militer AS di Yordania tewas dalam tugas saat Komando Pusat AS (CENTCOM) dan pasukan mitra berupaya menangkis serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) dari Iran. Selain itu, satu anggota militer saat ini dinyatakan hilang dalam tugas," tulis isi pernyataan tersebut dikutip dari Aljazeera, Minggu (19/7/2026).
Sementara, empat anggota militer Amerika yang terluka telah dievakuasi secara medis ke rumah sakit di Yordania. Mereka kini telah diperbolehkan pulang. Personel lain yang sempat diperiksa karena mengalami luka ringan telah kembali bertugas.
"Demi menghormati pihak keluarga, CENTCOM tidak akan mengungkapkan informasi tambahan—termasuk identitas para prajurit yang tewas hingga 24 jam setelah keluarga terdekat mereka diberi tahu."demikian isi keterangan tersebut.
Pernyataan ini tampaknya merupakan konfirmasi pertama dari pihak AS mengenai adanya korban jiwa akibat serangan baru Iran terhadap pasukan AS, menyusul berakhirnya nota kesepahaman (MoU) yang sempat menghentikan sementara pertempuran antara AS dan Israel dengan pihak Iran.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.