Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemenag RI Luncurkan IKRAR PTKI 2026, Program Penguatan Riset PTKI Indonesia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2026 |11:08 WIB
Kemenag RI Luncurkan IKRAR PTKI 2026, Program Penguatan Riset PTKI Indonesia
Ilustrasi.
A
A
A

Menurut Prof. Abdul Mustaqim, salah satu penulis utama buku KBC, pendidikan yang kehilangan dimensi cinta berisiko melahirkan manusia yang kering secara moral dan emosional.

“Tanpa fondasi cinta, pendidikan akan terasa kering dan gagal membentuk karakter manusia yang utuh,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Muhammad Zainuddin, anggota tim penulis lainnya, menjelaskan bahwa paradigma KBC dibangun di atas pendekatan teo-antroposentris, yaitu keseimbangan antara dimensi ketuhanan dan kemanusiaan.

Paradigma ini berupaya mengintegrasikan nilai spiritual, kemanusiaan, serta tanggung jawab ekologis dalam proses pendidikan.

“Pendidikan berbasis cinta diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki lima pilar cinta: cinta kepada Tuhan, Rasul, sesama manusia, alam, dan tanah air,” ungkap Zainuddin.

Jika diimplementasikan secara konsisten, paradigma ini berpotensi menjadi kontribusi penting Indonesia dalam wacana pendidikan global yang saat ini semakin menekankan dimensi humanistic education dan ethics-based learning.

Riset PTKI dan Agenda Krisis Global

Selain isu kurikulum, IKRAR juga menyoroti kontribusi riset PTKI dalam merespons berbagai tantangan global, mulai dari krisis kemanusiaan hingga perubahan iklim dan perkembangan teknologi.

Dalam sesi bertajuk “Frontiers of Islamic Research: Inovasi Riset PTKI dalam Merespons Krisis Kemanusiaan, Lingkungan, dan Teknologi”, sejumlah peneliti mempresentasikan temuan riset inovatif yang menunjukkan kapasitas kampus Islam dalam menghasilkan pengetahuan baru.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement