Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Sejarah 12 Maret: Pertempuran Jawa Berakhir hingga Awal Kekuasaan Soeharto

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2026 |05:38 WIB
Jejak Sejarah 12 Maret: Pertempuran Jawa Berakhir hingga Awal Kekuasaan Soeharto
Presiden Indonesia ke-2 Soeharto (foto: Wikipedia)
A
A
A

- 12 Maret 1967

Soeharto yang berpangkat letnan jenderal diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada 27 Maret 1968, ia resmi disahkan sebagai Presiden, mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.

Soeharto kemudian menunjuk sekitar 20 persen anggota MPR. Melalui Partai Golkar, ia menguasai parlemen dan pemerintahan. Sebagai mantan panglima angkatan bersenjata, Soeharto juga mengendalikan militer yang diduga digunakan sebagai alat kekuasaan.

Akibatnya, Soeharto mampu berkuasa hingga 32 tahun dengan jargon Orde Baru.

Kekuasaan Soeharto akhirnya runtuh di tengah tekanan rakyat. Ia mengundurkan diri dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998 dan digantikan oleh BJ Habibie setelah gelombang demonstrasi besar yang digerakkan mahasiswa dan aktivis.

Sejumlah aktivis sempat diculik karena mengkritik kekuasaan Soeharto, dan sebagian di antaranya hingga kini tidak diketahui nasibnya.

Gelombang demonstrasi menuntut Soeharto mundur karena dianggap memimpin Indonesia secara otoriter, menumpuk utang negara, menyuburkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta terjadinya berbagai pelanggaran HAM.

Selain mundur dari jabatan presiden, masyarakat saat itu juga menuntut agar Soeharto dan kroni-kroninya diadili. Namun, upaya tersebut tidak pernah terwujud hingga Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2008 setelah kondisi kesehatannya terus memburuk.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement