Di sektor energi, Prabowo mendorong pemanfaatan komoditas seperti kelapa sawit dan singkong untuk bahan bakar pengganti BBM. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
Saat ini, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor BBM jenis solar berkat pengembangan biodiesel berbahan baku kelapa sawit.
Selain itu, potensi energi terbarukan seperti panas bumi hingga tenaga surya juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung dan tebu. Kita juga memiliki potensi geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia, tetapi belum dieksploitasi sepenuhnya," tuturnya.
Khusus untuk energi surya, Prabowo mengaku telah memerintahkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW).
"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tegasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.