"Jika terjadi perang dengan Israel dan AS, fasilitas kami tidak akan habis bahkan jika kami meluncurkan rudal ke mereka setiap hari selama dua tahun."
Jika pernyataan Mayjen Jabbari benar, ini berarti Iran mampu melancarkan serangan ke target Israel dan AS setiap hari selama 24 bulan tanpa henti. Hal ini juga menunjukkan bahwa Iran telah mengantisipasi konflik baru dengan AS dan Israel sejak perang 12 hari tahun lalu.
Perang terbaru ini telah meningkat dan berimbas pada negara-negara lain di kawasan, terutama negara Teluk yang menampung fasilitas militer AS seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Langkah Iran untuk menutup Selat Hormuz juga berdampak besar pada ekonomi global, menyebabkan lonjakan harga minyak hingga menembus USD 100.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.