JAKARTA - Iran menyatakan pada Senin (6/4/2026) bahwa Kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, lapor Anadolu Agency.
Stasiun televisi pemerintah IRIB, mengutip pernyataan IRGC, mengatakan Mayjen Seyed Majid Khademi “gugur” dalam serangan tersebut.
Khademi diangkat sebagai kepala badan intelijen IRGC pada Juni 2025 setelah tewasnya pendahulunya, Jenderal Mohammad Kazemi, dalam serangan Israel.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.