Pernyataan tersebut mencatat penguatan keamanan intensif, termasuk ratusan petugas polisi dan penjaga perbatasan di lorong-lorong Kota Tua Yerusalem serta jalan menuju tempat-tempat suci, yang bertujuan untuk “mengamankan para pengunjung.”
Yerusalem dan tempat-tempat sucinya telah dikenai tindakan keamanan ketat dan sering ditutup selama perang regional enam minggu terakhir. Pembatasan tersebut meredam perayaan Paskah, Passover, dan Ramadan bagi banyak orang di beberapa situs paling suci bagi agama Kristen, Islam, dan Yahudi.
Pihak berwenang juga sempat mencegah salat Idul Fitri di Al-Aqsa tahun ini, pembatasan pertama sejak pendudukan Israel atas Yerusalem Timur pada 1967.
Namun, larangan tersebut dicabut tepat pada waktunya bagi umat Kristen Ortodoks, yang merayakan Paskah pada Minggu, 12 April, seminggu setelah umat Katolik dan Protestan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.