Ia membandingkan dengan pengalaman masa lalu ketika seorang wartawan harus melalui proses panjang sebelum tampil dalam siaran langsung, dengan standar akurasi yang tinggi.
“Sekarang banyak tayangan dilakukan secara live tanpa persiapan matang, hanya mengejar kecepatan dan viralitas. Ini menjadi tantangan zaman,” ujarnya.
Untuk itu, Meutya berharap SWSI dapat berperan sebagai penghubung generasi dengan menularkan nilai-nilai dasar jurnalistik kepada wartawan muda, agar tidak terjadi kesenjangan kualitas dan perspektif.
Ia juga menyebut pengalaman para wartawan senior sebagai “ensiklopedia hidup” yang kaya akan pengetahuan dan layak didokumentasikan, termasuk dalam bentuk buku.
Meutya juga berpesan kepada SWSI untuk menjaga nilai-nilai utama jurnalistik, seperti integritas, verifikasi, dan keberanian berpihak pada kebenaran. “Nilai-nilai jurnalistik harus tetap dijaga. Integritas dan keberanian berdiri di sisi kebenaran adalah fondasi yang tidak boleh bergeser,” kata dia.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.