Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

6 Fakta JK Tepis Tuduhan Penistaan Agama: Dari Juru Damai, Termul hingga Jasanya ke Jokowi

Arief Setyadi , Jurnalis-Minggu, 19 April 2026 |09:14 WIB
6 Fakta JK Tepis Tuduhan Penistaan Agama: Dari Juru Damai, Termul hingga Jasanya ke Jokowi
Jusuf Kalla (Foto: Ari Sandita/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) buka suara terkait polemik ceramahnya di masjid kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dituding sebagai penistaan agama. Bahkan, sampai berujung pelaporan ke kepolisian.

JK pun murka dan melakukan klarifikasi terkait tuduhan tersebut melalui konferensi pers di kediamannya, Sabtu, 18 April 2026. Petikan ceramah yang dipersoalkan adalah "Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya, Islam dan Kristen, berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung, kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti."

Berikut fakta-faktanya:

1. Ceramah saat Ramadhan di Masjid Bukan Dogma Agama

JK menggunakan istilah syahid lantaran tengah berbicara di hadapan jamaah masjid. Adapun tema ceramahnya soal perdamaian.

"Menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan, artinya yang hadir cuma orang Muslim di masjid, di kampus, berarti yang hadir orang intelektual, dan lingkungan terbatas, itu dahulu dipahami," ujar JK.

Ia menegaskan ceramahnya bukan dogma agama, melainkan soal perdamaian sebagai akhir dari sebuah konflik. Ia juga menjelaskan berbagai konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement