Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korut Uji Coba Rudal Balistik Berhulu Ledak Bom Kluster

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |16:05 WIB
Korut Uji Coba Rudal Balistik Berhulu Ledak Bom Kluster
Ilustrasi. (Foto: KCNA)
A
A
A

JAKARTA - Korea Utara telah melakukan uji tembak beberapa rudal balistik jarak pendek, menurut laporan kantor berita pemerintah. Ini merupakan peluncuran terbaru dalam serangkaian peluncuran yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir oleh negara bersenjata nuklir tersebut.

Peluncuran pada Minggu (19/4/2026) yang diawasi oleh Pemimpin Kim Jong-un, menyusul uji coba persenjataan lainnya dalam beberapa minggu terakhir, termasuk rudal jelajah antikapal perang dan amunisi kluster.

"Lima rudal balistik taktis, yang diluncurkan ke arah area target di sekitar sebuah pulau sekitar 136 km jauhnya, menghantam area seluas 12,5–13 hektar dengan kepadatan yang sangat tinggi," lapor KCNA.

Uji coba tersebut dimaksudkan "untuk mengevaluasi kekuatan hulu ledak rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan Hwasongpho-11 Ra yang telah ditingkatkan," tambahnya.

Kim mencatat bahwa pengenalan hulu ledak bom kluster dapat "meningkatkan kemampuan serangan dengan kepadatan tinggi untuk menekan area target tertentu."

Awal April lalu, Kim Jong-un mengawasi uji coba rudal jelajah strategis dari Choe Hyon, salah satu dari dua kapal perusak berbobot 5.000 ton yang diluncurkan tahun lalu.

Korea Utara sedang membangun dua kapal perusak kelas 5.000 ton lagi untuk menambah armadanya.

Seorang anggota parlemen Korea Selatan mengatakan Korea Utara tampaknya mempercepat pembangunan kapal perusak di pelabuhan Nampo, "mempercepat modernisasi angkatan laut dengan bantuan militer dari Rusia."

Seoul melaporkan uji coba tersebut hari ini, dengan Kepala Staf Gabungan mendeteksi beberapa rudal yang ditembakkan ke Laut Timur.

"Rudal-rudal tersebut terbang sekitar 140 kilometer," katanya, menambahkan bahwa otoritas Korea Selatan dan AS sedang melakukan analisis terperinci.

Seoul mempertahankan "sikap pertahanan gabungan yang tegas" dan akan "merespons secara besar-besaran terhadap provokasi apa pun."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement