JAKARTA – LRT Jabodebek mewajibkan seluruh pekerjanya menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up/MCU), guna memastikan keselamatan operasional perjalanan tetap terjaga di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalkan risiko dalam operasional, dengan memastikan setiap petugas berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima sebelum bertugas.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik, tes darah, rekam jantung (EKG), visus mata, rontgen paru, tes urine, hingga skrining kesehatan mental.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor krusial dalam sistem keselamatan transportasi publik.
"Dalam operasional transportasi publik, kesiapan SDM adalah salah satu faktor risiko paling kritis. Karena itu, seluruh petugas wajib dalam kondisi sehat secara fisik dan mental sebelum bertugas," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari mitigasi risiko operasional yang terukur, terutama untuk mencegah potensi gangguan layanan akibat faktor kesehatan pekerja.
"Dengan memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjaga agar operasional LRT Jabodebek tetap aman, andal, dan konsisten dalam melayani masyarakat setiap hari,” katanya.
Melalui kebijakan ini, LRT Jabodebek menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, tidak hanya dari sisi teknologi dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan SDM.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.