JAKARTA – Letjen TNI Djon Afriandi merupakan salah satu tokoh militer penting di Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus).
Djon Afriandi menjadi lulusan terbaik Akademi Militer 1995 dan menerima penghargaan Adhi Makayasa yang mencerminkan keunggulan dalam aspek akademik, fisik, dan kepemimpinan militer.
Dilansir Okezone dari beragam sumber, Rabu (22/4/2026), Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat pada 14 Juni 1972 ini malang melintang di Korps Baret Merah Kopassus.
Profil Letjen Djon Afriandi
Djon mengawali karier militernya dengan menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997). Dilanjutkan menjadi Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), dan Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998).
Hampir 14 tahun bertugas di Kopassus, Djon Afriandi mendapat tugas baru pada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Master of Science in Defense Analysis from Naval Postgraduate School (NPS) USA ini mengemban amanat sebagai Danden 1 Grup A Paspampres (2011-2013).
Djon mendapat promosi menjadi Wadan Grup A Paspampres. Pemilik Brevet Kualifikasi Komando Kopassus itu kembali ke rumah lamanya dengan menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Danjen Kopassus. Selanjutnya dia diplot sebagai Komandan Grup 1/Kopassus pada 2017.
Portofolionya semakin bertambah ketika dia dipercaya masuk ring 1 KSAD. Di era kepemimpinan Jenderal TNI Mulyono, Djon Afriandi dipromosikan menjabat Koorspri KSAD. Tak lama dia kembali dipercaya memegang tongkat komando teritorial/kewilayahan dengan menjabat Komandan Korem 012/Teuku Umar dari tahun 2020 hingga 2022.
Kariernya makin moncer ketika ditunjuk menjadi Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil pada 2022. Sekaligus mengantarkannya pecah bintang menjadi jenderal bintang satu alias Brigadir Jenderal (Brigjen).
Dia juga pernah menduduki jabatan sebagai Staf Khusus KSAD dari tahun 2023 hingga 2024, promosi menjadi Danjen Kopassus dan yang terbaru dipromosikan menjadi Panglima Kopassus dengan pangkat bintang tiga atau Letnan Jenderal (Letjen).
Miliki Brevet Langka
Djon Afriandi juga mempunyai sejumlah brevet, salah satunya Master Parachutist Badge (US Army). Sekadar diketahui, untuk bisa mendapatkan badge ini, seorang prajurit harus memiliki kualifikasi sebagai jump master.
Prajurit tersebut juga sudah menjalani 65 kali penerjunan. 25 kali di antaranya dengan peralatan tempur lengkap selama 3 tahun.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.