Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi Kendala, Ambisi 'Negara Listrik' China Jadi Sorotan di Global South

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |15:00 WIB
Hadapi Kendala, Ambisi 'Negara Listrik' China Jadi Sorotan di Global South
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

Pola ini turut menciptakan ketergantungan asimetris melalui model pembiayaan yang umumnya mengikat pinjaman dengan kewajiban impor teknologi. Negara-negara yang menerima pendanaan sering kali terkunci dalam ekosistem industri tertentu, mulai dari penyediaan suku cadang hingga layanan purna jual dari tenaga teknis China. Kondisi ini dinilai dapat menghambat kemampuan negara berkembang dalam melakukan lindung nilai (hedging) strategis di dunia yang semakin multipolar. Minimnya transfer teknologi yang substantif juga dikhawatirkan akan mempertahankan posisi negara penerima sebagai konsumen murni, bukan sebagai mitra pengembang inovasi yang mandiri.

Implikasi politik dari dominasi ini dirasakan meluas ke luar sektor ekonomi. Pengaruh energi ini kerap berkaitan dengan upaya pengamanan konsesi diplomatik serta keselarasan dalam kebijakan perdagangan bilateral dan internasional. Beberapa pihak di Afrika dan Amerika Latin mulai melihat tren ini sebagai bentuk neo-merkantilisme modern yang dibalut dengan retorika ekonomi hijau. Terdapat kekhawatiran bahwa sementara nilai ekonomi ekspor terus meningkat bagi pemasok, negara penerima justru menghadapi risiko infrastruktur yang kurang andal serta ruang gerak kedaulatan yang mungkin menyempit.

Ketidakpuasan yang muncul pada akhirnya tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis. Harapan akan pemberdayaan melalui kemitraan energi bersih sering kali berhadapan dengan realitas kendala otonomi. Istilah "negara elektro" atau electrostate menggambarkan bagaimana pasokan energi listrik kini berfungsi sebagai instrumen pengaruh geopolitik yang signifikan. Janji energi terjangkau dipandang memiliki risiko jika tidak dibarengi dengan penjagaan kedaulatan strategis dalam jangka panjang terhadap ketergantungan pada satu pemasok tunggal.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement