JAKARTA – China memberikan tanggapan tegas terhadap blokade yang dilakukan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Beijing memperingatkan Washington untuk “tidak ikut campur” dalam urusan di jalur air penting tersebut dan kesepakatannya dengan Iran.
"Kapal-kapal Tiongkok terus bergerak masuk dan keluar perairan Selat Hormuz," kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, sebagaimana dilansir Express.
"Kami memiliki perjanjian perdagangan dan energi dengan Iran, yang akan kami hormati dan patuhi. Kami berharap pihak lain tidak ikut campur dalam urusan kami."
Beijing juga menegaskan pengakuan terhadap kendali Iran atas Selat Hormuz.
"Iran menguasai Selat Hormuz, dan telah membukanya untuk kami."
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan bahwa blokade Selat Hormuz yang dilakukan AS tidak melayani kepentingan bersama komunitas internasional. Juru bicara kementerian, Guo Jiakun, mengatakan bahwa Beijing berharap pihak-pihak terkait akan mematuhi pengaturan gencatan senjata sementara, serta tetap berkomitmen menyelesaikan perselisihan melalui cara politik dan diplomatik.
Sebagaimana diberitakan, Angkatan Laut AS memberlakukan blokade terhadap semua kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran di Selat Hormuz mulai 13 April. Blokade ini diperintahkan Presiden Donald Trump setelah pembicaraan damai yang diadakan di Pakistan antara AS dan Iran pada Sabtu (10/4/2026) berakhir tanpa kesepakatan.