Ia mencatat, hingga saat ini enam personel UNIFIL di Lebanon telah tewas. Guterres kembali mendesak agar serangan segera dihentikan.
“Enam penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius menyusul insiden terbaru di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel,” ungkapnya.
“Serangan-serangan ini harus dihentikan,” tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras gugurnya prajurit Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL, Praka Rico Pramudia, akibat serangan di Lebanon selatan.
Sejak insiden tersebut, Kemlu menegaskan pemerintah terus melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL, pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan optimal.
Oleh karena itu, Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.