JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keuntungan tidak sah oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro travel.
Pendalaman tersebut dilakukan saat tim penyidik lembaga antirasuah memeriksa Syarif Thalib selaku Direktur Operasional PT Marco Tour & Travel pada Jumat (24/4/2026).
“Melanjutkan pemeriksaan sebelumnya terhadap para saksi dari asosiasi maupun PIHK, penyidik mendalami keterangan saksi terkait penjualan atau pengisian kuota, termasuk soal keuntungan tidak sah yang didapatkan para PIHK tersebut,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (25/4/2026).
KPK sejatinya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi lainnya. Namun, ketiganya tidak hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Adapun tiga saksi tersebut adalah Asep Inwanudin selaku Direktur PT Medina Mitra Wisata; Ibnu Mas’ud selaku Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata; serta Mahmud Muchtar Syarif selaku Direktur Utama PT Almuchtar Tour and Travel.
Sebelumnya, KPK menyatakan telah mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.
Dua tersangka tersebut adalah Ismail Adham selaku Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) dan Asrul Azis Taba selaku Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus mantan Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).
“Iya, betul (pencegahan untuk dua tersangka),” kata Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, saat dihubungi wartawan, Jumat (24/4/2026).
Dengan adanya pencegahan ini, keduanya dilarang meninggalkan Indonesia selama enam bulan ke depan terhitung sejak awal April.
“Sejak awal April,” ujarnya.
Dengan penetapan tersebut, saat ini terdapat empat tersangka dalam kasus kuota haji. Di antaranya eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, serta staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, yang lebih dahulu diumumkan dan telah ditahan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.