Presiden China, Xi Jinping, telah memerintahkan penyelidikan terkait kejadian tersebut dan mendesak upaya maksimal untuk mencari korban yang masih hilang. Xi dan Perdana Menteri Li Qiang menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap langkah-langkah keselamatan kerja menyusul insiden tersebut.
“Pihak berwenang di seluruh wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran mendalam dari kecelakaan ini dan memperkuat tanggung jawab terhadap keselamatan kerja,” kata Xi, sebagaimana dikutip Xinhua.
Liuyang memproduksi sekitar 70 persen ekspor kembang api China dan menguasai 60 persen pasar domestik negara tersebut, menurut China Daily.
Kecelakaan besar terakhir di pabrik kembang api di Liuyang terjadi pada 2019, ketika 13 orang tewas dan 17 orang luka-luka. Pihak berwenang setempat awalnya mencoba menyembunyikan skala kecelakaan tersebut dan mengatakan tujuh orang tewas, tetapi penyelidikan oleh pemerintah Provinsi Hunan menemukan bahwa angka tersebut jauh lebih tinggi, menurut Xinhua.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.