Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TNI AL Ungkap Kronologi Lengkap Kematian Prajurit Ghofirul Kasyfi di Kapal Perang

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2026 |08:38 WIB
TNI AL Ungkap Kronologi Lengkap Kematian Prajurit Ghofirul Kasyfi di Kapal Perang
Kadispen Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa/TNI AL
A
A
A

JAKARTA – TNI Angkatan Laut menegaskan kematian Kelasi Dua Ghofirul Kasyfi (22) yang ditemukan meninggal di KRI Radjiman Wedyodiningrat karena bunuh diri. Korban diketahui baru dilantik sebagai anggota TNI AL pada Desember 2025.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, menegaskan hasil pemeriksaan medis secara resmi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan.

Berdasarkan Visum et Repertum (laporan tertulis hasil pemeriksaan medis untuk kepentingan hukum) dari RSPAL dr. Mintohardjo, tim dokter tidak menemukan memar akibat benda tumpul.

“Kami sampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi, tidak ditemukan lebam akibat kekerasan benda tumpul maupun pendarahan pada area selangkangan sebagaimana informasi yang beredar,” ujar Ary kepada Okezone, Kamis (7/5/2026).

Dia menegaskan, luka melingkar pada bagian leher almarhum identik dengan karakteristik medis akibat gantung diri. Sementara, bercak keunguan yang diutarakan keluarga, merupakan Livor Mortis atau lebam mayat.

“Lebam pada jenazah yang terlihat sesaat sebelum pemakaman adalah Livor Mortis. Ini tanda pasti kematian yang terjadi karena berhentinya sirkulasi darah, sehingga sel darah merah mengendap ke bagian tubuh terendah akibat gravitasi,” ujarnya.

Koarmada I menyampaikan pihak keluarga yang diwakili ibu kandung almarhum telah menyatakan penolakan tindakan bedah mayat atau otopsi secara sadar pada 30 April 2026. Padahal sebelumnya, ayah mendiang sempat ingin melakukan autopsi karena merasa curiga dengan kematian anaknya.

 

TNI AL juga mengklarifikasi terkait kunjungan personel Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batuporon ke kediaman almarhum sebelum kabar duka tersiar.

Langkah tersebut kata dia murni sebagai prosedur pengecekan personel di kapal karena almarhum tidak hadir dalam beberapa kali tugas tanpa keterangan.

“Koarmada I berkomitmen menjaga transparansi informasi dan meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh spekulasi yang dapat mencederai nama baik institusi maupun keluarga yang ditinggalkan,”pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement