Awalnya, ia mengaku tidak menanyakan asal-usul uang tersebut. Ia kemudian mulai curiga saat pihaknya menerima sejumlah surat kaleng.
"Surat kaleng itu pada intinya adalah di dalam proses ya, di dalam proses sertifikasi itu ada anggota kita, oknum-oknum kita yang meminta uang. Intinya seperti itu," ujar Fahrurozi.
Ia mengatakan, salah satu surat kaleng yang ia ketahui diterima pada Juli 2024. Namun, ia tidak mengetahui siapa sosok yang dituju.
"Membaca, Pak. Tapi, saya karena tidak banyak kenal orang, karena saya baru di situ, akhirnya ya saya tidak. Artinya tidak ingat ada beberapa," ujarnya.
"Dan sebetulnya dia (isi surat kaleng-red) juga terima kasih ada perbaikan terkait dengan ini. Kemudian dia masih mengadukan ada apa namanya, pegawai kita yang meminta uang seperti pungli," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.