Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Laporan: Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Irak untuk Mengebom Iran

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 10 Mei 2026 |15:45 WIB
Laporan: Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Irak untuk Mengebom Iran
Ilustrasi. (Foto: IDF)
A
A
A

JAKARTA - Israel secara diam-diam membangun pos militer di gurun Irak untuk mendukung serangan udaranya terhadap Iran. Demikian dilaporkan The Wall Street Journal, mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) yang mengetahui masalah tersebut. Laporan itu juga menyebut bahwa militer Israel melancarkan serangan terhadap pasukan Irak yang hampir menemukan pangkalan tersebut.

Pangkalan rahasia itu didirikan tak lama sebelum AS dan Israel melancarkan kampanye militer mereka melawan Iran pada akhir Februari. AS dilaporkan mengetahui keberadaan instalasi tersebut, yang menampung pasukan khusus Israel, berfungsi sebagai pusat logistik untuk Angkatan Udara Israel, dan menampung tim pencarian dan penyelamatan jika pilot Israel ditembak jatuh.

Insiden dengan Tentara Irak

Pos tersebut hampir terungkap pada awal Maret setelah seorang penggembala setempat memperhatikan "aktivitas militer yang tidak biasa," termasuk penerbangan helikopter, dan memberi tahu pihak berwenang. Tentara Irak kemudian bergerak untuk menyelidiki lokasi tersebut, namun mendapat tembakan hebat. Serangan itu menewaskan satu tentara Irak dan melukai dua lainnya.

Baghdad awalnya menyalahkan Washington setelah pasukan keamanan menemukan bukti bahwa personel militer asing telah beroperasi di daerah tersebut.

“Tampaknya ada kekuatan tertentu di darat sebelum serangan, didukung dari udara, beroperasi di luar kemampuan unit kami,” kata Letnan Jenderal Qais Al-Muhammadawi, wakil komandan Komando Operasi Gabungan Irak, kepada media pemerintah Irak. “Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan.”

Peran Strategis di Gurun Irak

Dilansir RT, pangkalan tersebut dilaporkan membantu Israel dalam perang udara jarak jauh melawan Iran, yang wilayahnya terletak lebih dari 1.600 kilometer dari Israel. Pesawat Israel melakukan ribuan serangan selama kampanye lima minggu tersebut, sementara pos terdepan di gurun Irak memberi tim Israel posisi terdepan yang lebih dekat ke medan perang.

IDF tidak berkomentar tentang laporan terbaru ini, yang menambah sorotan terhadap bagaimana konfrontasi Israel dengan Iran meluas menjadi konflik regional yang lebih luas dan menyeret AS lebih dalam ke dalam permusuhan.

 

Perdebatan di Washington

Mantan kepala kontra-terorisme AS, Joe Kent, yang mengundurkan diri sebagai bentuk protes pada bulan Maret, menuduh Israel mendorong Washington ke dalam perang meskipun penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa Teheran tidak secara aktif membangun senjata nuklir.

Kent mengklaim bahwa badan-badan AS telah memperingatkan bahwa Iran akan membalas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika dan berupaya menutup Selat Hormuz jika diserang. Ia berpendapat bahwa narasi Israel tentang ancaman Iran pada akhirnya "memenangkan argumen" di Washington, memaksa AS untuk terlibat dalam konflik tersebut.

Di sisi lain, para pejabat pemerintahan Trump membantah bahwa Israel menyeret Washington ke dalam perang. Menteri Pertahanan (Menteri Perang) AS, Pete Hegseth, mengatakan awal pekan ini bahwa Presiden Donald Trump bertindak berdasarkan "kepentingan Amerika" dan kebijakan "Amerika Pertama", menolak anggapan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyeret AS ke dalam konflik sebagai "premis yang salah."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement