“Itu berarti semua pemimpin mereka mendukung pengusiran rakyat saya dari tanah mereka di Gaza dan membangun permukiman ilegal di tanah kami,” sambungnya.
Meski demikian, Abdalfatah menegaskan, Palestina tidak akan mundur sejengkal pun. Perjuangan akan terus berlanjut hingga Palestina berhasil merebut kembali tanah mereka dan merdeka.
“Perjuangan kami akan berlanjut, kami tidak akan berhenti. Dan seperti yang saya katakan, kami percaya bahwa negara saya akan merdeka. Palestina akan merdeka. Jika mereka membunuh 100 ribu orang lagi dari rakyat saya, rakyat Palestina lainnya akan terus berjuang untuk melihat Palestina merdeka,” tegas Abdalfatah.
Ia juga menilai dukungan dunia terhadap Palestina semakin besar. Abdalfatah menyebut perubahan sikap politik global, termasuk di Amerika Serikat, menjadi harapan baru bagi perjuangan Palestina.
“Lihatlah dunia sekarang. Seluruh dunia telah berubah sekarang. Lihatlah situasi di dalam Amerika, situasi antara Eropa dan Amerika, lihatlah situasi di NATO, lihatlah bagaimana situasi ekonomi di dunia. Saya pikir kita akan segera melihat Timur Tengah yang baru, tetapi itu akan baik untuk Palestina, bukan untuk Israel. Karena ini adalah tanah bersejarah kami dan seluruh dunia mulai mendukung Palestina,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.