Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatan 28 Tahun Reformasi di Jaktim Bersama Aktivis Mendadak Dibatalkan

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |21:47 WIB
Peringatan 28 Tahun Reformasi di Jaktim Bersama Aktivis Mendadak Dibatalkan
Peringatan 28 tahun reformasi di Jaktim bersama aktivis mendadak dibatalkan (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Kegiatan diskusi dalam peringatan 28 tahun Reformasi 1998 yang digelar di salah satu gedung University Training Center (UTC)-UNJ atau Hotel Naraya di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, mendadak dibatalkan.

Hal itu dibenarkan akademisi sosiolog politik UNJ, Ubedilah Badrun. Ubedilah menuturkan, pembatalan itu dilakukan pada Kamis sore tadi.

“Iya benar, kami mendapatkan surat pembatalan sepihak dari General Manager Naraya,” kata Ubedilah saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan itu sejatinya dihadiri para profesor mulai dari Prof. Sukidi, Prof. Otib Satibi, Prof. Anthony Budiawan, Dipo Sayria Ramli, Kusfisrdi, A.W. Kamal, juga dihadiri Ketua BEM UNJ Ardiansyah, Ketua BEM Universitas Brawijaya Azhar Zidan, dan Koordinator Pusat BEM SI Muzammil.

“Termasuk tokoh antikorupsi Abraham Samad, juga dihadiri ratusan mahasiswa dan sejumlah pentolan aktivis 98,” ujar dia.

Dia menjelaskan, di dalam surat pembatalan, pihak hotel tidak menyertakan penjelasan terkait pembatalan tersebut. “Hanya ada kalimat bahwa pembatalan tersebut dikarenakan alasan satu dan lain hal. Sebelumnya melalui telepon pihak Naraya menyampaikan bahwa ada pihak lain yang menghubungi dan atau memanggil pimpinan Naraya agar membatalkan acara tersebut tanpa menyebutkan siapa pihak lain yang dimaksud,” ungkap dia.

Pihaknya pun menyesalkan adanya aksi pembatalan tersebut. Ia pun mempertanyakan pihak yang meminta hotel untuk membatalkan kegiatan diskusi tersebut.

“Kami menyesalkan peristiwa ini terjadi dan kami mempertanyakan siapa pihak yang meminta Naraya membatalkan acara peringatan 28 Tahun Reformasi tersebut? Tentu ini tanda pembungkaman dan semakin merusak demokrasi di Indonesia,” jelas dia.

Sementara pihak hotel belum memberikan keterangan terkait kabar pembatalan tersebut ke awak media.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement