JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat layanan pelindungan jemaah haji Indonesia, selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan MCR merupakan tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan jemaah selama pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik.
“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Maria menjelaskan, posko MCR ditempatkan di titik-titik strategis di area Jamarat dan jalur perlintasan jemaah agar petugas dapat memantau situasi secara langsung serta merespons cepat kondisi darurat.
“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk menangani jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.
Menurut Maria, keberadaan MCR merupakan bagian dari upaya Kemenhaj memastikan seluruh situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Pelindungan jemaah adalah prioritas. Petugas tidak hanya berada di tenda jemaah, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik-titik rawan kepadatan,” tegasnya.
Pada 11 Dzulhijjah 1447 H, jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan lontar tiga jamarah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan dan tidak melaksanakan lontar di luar jadwal resmi.
Adapun jadwal lontar jumrah pada 11 Dzulhijjah dibagi dalam dua sesi, yakni pukul 17.00–24.00 waktu Arab Saudi dan pukul 00.00–04.00 waktu Arab Saudi. Sementara waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00–18.00 waktu Arab Saudi.
Pada 12 Dzulhijjah, lontar jumrah dijadwalkan pukul 05.00–10.30 dan pukul 18.00–24.00 waktu Arab Saudi, dengan waktu larangan melontar pukul 11.00–14.00 waktu Arab Saudi.
Sedangkan pada 13 Dzulhijjah, lontar jumrah dijadwalkan pukul 05.00–12.00 waktu Arab Saudi tanpa waktu larangan khusus.
Maria kembali mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri dan tidak berangkat sendiri menuju Jamarat. Seluruh pergerakan diminta dilakukan secara berkelompok dan mengikuti arahan petugas.
“Kami mengimbau jemaah untuk tidak terburu-buru dan tidak memaksakan diri. Ikuti jadwal, gunakan jalur resmi, dan jangan memisahkan diri dari rombongan,” katanya.
Untuk memperkuat layanan selama fase Mina, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina yang ditempatkan di sejumlah titik pantau, jalur pergerakan jemaah, pos rute Jamarat, pos MCR, hingga pos koordinator tanazul.
Maria juga mengingatkan kondisi cuaca di Mina masih cukup panas. Karena itu, jemaah diminta menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, dan membatasi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.
“Kami meminta seluruh jemaah saling menjaga dan segera melapor kepada petugas apabila ada jemaah yang kelelahan, terpisah dari rombongan, atau mengalami gangguan kesehatan,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.