PRANCIS - Sebanyak 219 orang terluka dalam bentrokan antara penggemar sepak bola dan polisi di seluruh Prancis setelah Paris Saint-Germain (PSG) memenangkan final Liga Champions melawan Arsenal.
Delapan orang berada dalam kondisi serius, kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez, melansir BBC, Minggu (31/5/2026). Ribuan petugas dikerahkan untuk meredam kerusuhan yang mengganggu layanan bus, kereta api, dan transportasi umum di ibu kota, Paris. Sebanyak 57 petugas terluka.
Nuñez mengatakan 780 orang telah ditangkap terkait kekerasan tersebut, dan lebih dari 450 orang ditahan. Selain itu, ada satu orang ditemukan tewas setelah kecelakaan di jalan lingkar Paris, yang coba diblokir oleh para perusuh semalam.
Setidaknya ada 6.000 polisi telah dimobilisasi untuk parade kemenangan pada Minggu di lokasi Menara Eiffel. Menteri dalam negeri pun mengatakan pasukan keamanan akan bertindak tegas.
"Kita adalah negara yang hebat dalam menjaga ketertiban umum. Kita mengizinkan kebebasan berkumpul, tetapi bukan tindakan yang berlebihan," katanya.
Kekerasan serupa terjadi ketika PSG memenangkan trofi yang sama tahun lalu, dengan perayaan yang berubah menjadi kekerasan berdarah. Ribuan petugas dikerahkan kali ini untuk meredam kerusuhan yang mengganggu layanan bus, kereta api, dan kereta rel di Paris.
Jalan Champs-Élysées yang luas dipadati oleh para penggemar tak lama setelah tim tuan rumah menang dalam adu penalti.
Rekaman video menunjukkan suar dinyalakan, sepeda listrik terbakar di jalanan, kaca toko rusak. Kemudian, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan di pusat kota.
Polisi Paris pun melakukan 480 penangkapan, dengan 277 orang ditahan, termasuk 82 anak di bawah umur.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.