Selain integritas, Iqbal juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarsatuan kerja. Ia meminta para ASN baru mengesampingkan ego sektoral dan membangun budaya kerja yang saling mendukung demi menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks.
"Lembaga yang besar tidak bisa dibangun dengan kerja individu. Bangun kerja sama tim yang solid antarunit kerja dan hindari ego sektoral. Masa depan DPD RI sangat bergantung pada kolaborasi. Hentikan budaya kerja silo atau silo mentality yang menganggap bagiannya paling penting," katanya.
Lebih lanjut, Iqbal mendorong seluruh ASN untuk terbuka terhadap perubahan dan perkembangan teknologi. Menurutnya, inovasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas kerja serta kualitas pelayanan publik.
"Jangan menjadi pegawai yang anti perubahan. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah layanan dan beranilah mengusulkan inovasi yang membuat kerja lembaga lebih efektif, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Iqbal berharap pelantikan 221 PNS ini menjadi momentum untuk memperkuat transformasi birokrasi di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI. Dengan dukungan ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas, DPD RI diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsi legislasi, pertimbangan, dan pengawasan demi memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah.
"Segala sesuatu dilakukan dengan langkah kecil. Awali dengan niat baik dan kinerja yang baik," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.