BEIJING - Krisis demografis China tahun ini masuk semakin dalam ke fase yang lebih rapuh ketika Beijing meluncurkan inisiatif perawatan lansia nasional baru. Inisiatif ini tidak bergantung pada perluasan layanan kesejahteraan profesional, tetapi mendorong para pensiunan muda untuk merawat warga tertua di negara itu.
Dipresentasikan oleh otoritas China sebagai solusi berbasis komunitas yang inovatif, program yang disebut "perawatan lansia saling membantu" ini dengan cepat menuai kritik dari para analis dan pengamat kebijakan sosial yang berpendapat bahwa inisiatif tersebut mencerminkan tekanan keuangan yang meningkat dan kelemahan struktural di dalam sistem kesejahteraan China yang menua.
Kerangka kebijakan, yang diperkenalkan bersama pada akhir April oleh Kementerian Urusan Sipil China dan 10 departemen negara lainnya, mengusulkan jaringan pusat dukungan berbasis komunitas nasional di mana para pensiunan yang relatif sehat berusia 60-an akan membantu warga lanjut usia dengan perawatan harian dasar dan dukungan sosial.
Dilansir Hamrakura, Sabtu, (6/6/2026), menurut rencana resmi yang dipublikasikan melalui media pemerintah, Beijing bertujuan untuk membangun fasilitas perawatan lansia berbasis saling bantu di 70 persen komunitas perkotaan dan pedesaan pada tahun 2030, sebelum menciptakan sistem nasional yang lebih terinstitusionalisasi pada tahun 2035.
Namun di balik bahasa solidaritas komunitas terdapat realitas yang jauh lebih serius. China menghadapi salah satu transisi demografis tercepat di dunia, dengan angka kelahiran yang menurun, populasi yang menua dengan cepat, kesenjangan pensiun yang semakin lebar, dan tekanan yang meningkat pada keuangan pemerintah daerah.
Bagi banyak pengamat, kebijakan baru ini tampak kurang seperti perluasan kesejahteraan dan lebih seperti upaya untuk mengalihkan tanggung jawab perawatan lansia dari negara ke komunitas yang sudah terbebani.
Skala penuaan populasi di China tercermin dalam data resmi terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional. Hingga akhir tahun 2025, populasi warga berusia 60 tahun ke atas di China telah mencapai sekitar 323 juta jiwa, atau setara dengan 23 persen dari total populasi keseluruhan.
Pada periode yang sama, angka kelahiran mencatat 7,92 juta kelahiran, dengan tingkat pertumbuhan penduduk alami yang tetap berada di zona negatif.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern China, warga negara berusia 65 tahun ke atas menyumbang bagian yang lebih besar dari populasi dibandingkan anak-anak berusia 14 tahun ke bawah. Angka-angka tersebut mencerminkan pembalikan demografi yang mendalam dan mengkhawatirkan.