Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2026 |07:05 WIB
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

Analis memperkirakan penyediaan fasilitas perawatan lansia profesional yang komprehensif di pedesaan membutuhkan biaya sekitar satu triliun yuan per tahun. Namun, laporan dari lembaga riset kebijakan, termasuk Mercator Institute for China Studies di Jerman, menunjukkan bahwa perencanaan fiskal China tahun 2026 menitikberatkan prioritas anggaran pada pengembangan teknologi, kebijakan industri, dan pertahanan nasional. Konsep "bantuan timbal balik" dinilai menjadi opsi alokasi anggaran yang efisien untuk mengelola kebutuhan operasional tanpa menuntut peningkatan pengeluaran negara secara drastis.

Ketergantungan terhadap jaringan sukarelawan informal dalam program ini turut memicu diskusi mengenai keberlanjutan jangka panjang. Hal ini mengingat para sukarelawan usia muda tersebut pada saatnya juga akan memasuki usia lanjut dan membutuhkan perawatan.

Di daerah pedesaan yang sudah menderita kekurangan tenaga kerja dan penurunan populasi, masyarakat kekurangan personel terlatih, infrastruktur medis, dan subsidi keuangan yang cukup untuk mendukung kebutuhan perawatan jangka panjang.

Para kritikus berpendapat bahwa program ini secara efektif mentransfer tanggung jawab dari negara ke masyarakat lokal yang sudah berada di bawah tekanan sosial dan ekonomi yang berat. Tantangan ini diperkirakan akan meningkat secara dramatis dalam beberapa dekade mendatang.

Menurut angka yang dikutip oleh media pemerintah China, negara itu dapat memiliki sekitar 46 juta warga lanjut usia penyandang disabilitas atau sebagian disabilitas pada tahun 2035. Pada tahun 2050, angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 58 juta.

Angka-angka tersebut menunjukkan beban perawatan yang meningkat pesat yang akan sulit ditanggung oleh jaringan sukarelawan informal.

Para analis juga memperingatkan adanya kontradiksi struktural di jantung kebijakan itu sendiri. Para pemberi perawatan saat ini, menurut mereka, pada akhirnya akan menjadi penerima perawatan di masa depan. Sistem yang bergantung pada sukarelawan yang menua, subsidi minimal, dan hubungan informal berisiko menjadi semakin rapuh seiring dengan meningkatnya tekanan demografis.

Krisis yang Semakin Sulit Disembunyikan

Krisis populasi lansia di China bukan lagi sekadar masalah keluarga pribadi. Krisis ini berkembang menjadi tantangan ekonomi, fiskal, dan sosial yang lebih luas dengan implikasi terhadap stabilitas jangka panjang.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement