Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2026 |07:05 WIB
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

Pembalikan demografi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi China yang selama beberapa dekade ditopang oleh populasi usia kerja berskala besar. Fenomena penuaan ini juga terjadi sebelum tercapainya kemakmuran yang merata di seluruh wilayah, terutama di daerah pedesaan yang akses layanan kesehatan, pensiun, serta kesejahteraan sosialnya masih menunjukkan kesenjangan. Fenomena migrasi pekerja muda ke pusat kota selama beberapa dekade turut memengaruhi struktur dukungan sosial bagi para lansia yang tetap tinggal di desa.

Data jaminan sosial China menunjukkan adanya perbedaan perolehan tunjangan di antara kelompok pensiunan berdasarkan letak geografis dan status pekerjaan terdahulu.

Sekitar 180 juta penduduk pedesaan dan warga berpenghasilan rendah menerima pensiun dasar dengan rata-rata sekitar 200 yuan (sekitar Rp450 ribu) per bulan. Sementara itu, di sektor publik, terdapat sekitar 23 juta pensiunan dari lembaga negara yang menerima paket pensiun dan kesejahteraan melebihi 6.000 yuan (Rp13,5 juta) per bulan.

Perbedaan nominal ini dipengaruhi oleh model kesejahteraan yang secara struktural bergantung pada klasifikasi tempat tinggal (perkotaan vs pedesaan), hubungan kerja dengan sektor negara, serta status pekerjaan. Pengamat menilai tata kelola alokasi anggaran ini menjadi poin krusial di tengah upaya otoritas menekankan prinsip "pembangunan yang berpusat pada rakyat."

Tekanan Fiskal di Balik Pergeseran Kebijakan

Peluncuran program “bantuan bersama” terjadi pada saat pemerintah daerah di seluruh China menghadapi tekanan keuangan yang semakin memburuk. Selama bertahun-tahun, pemerintah kota sangat bergantung pada penjualan tanah kepada pengembang properti sebagai sumber pendapatan utama.

Namun, penurunan pasar properti yang berkepanjangan di China secara tajam mengurangi aliran pendapatan tersebut, membuat banyak pemerintah daerah terbebani dengan utang yang meningkat dan kapasitas fiskal yang menyusut.

Angka resmi dari Kementerian Keuangan China menunjukkan bahwa pendapatan dari penjualan hak penggunaan lahan negara turun lebih dari 25 persen dari tahun ke tahun selama bulan-bulan awal tahun 2026.

Pada saat yang sama, pembayaran bunga atas utang pemerintah terus meningkat pesat. Dengan latar belakang tersebut, perluasan layanan perawatan lansia profesional skala besar akan membutuhkan pengeluaran publik yang besar.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement