Ketegangan kemudian terjadi saat massa meminta akses menuju Bundaran HI dibuka. Karena tidak mendapatkan respons sesuai harapan, aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan.
"Sempat. Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga," tuturnya.
Meski demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan. Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat kepolisian mengizinkan massa mahasiswa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau longmarch menuju Bundaran HI. Para peserta aksi tampak berjalan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan selama perjalanan.
Sementara itu, bus yang mengangkut massa aksi tidak diperbolehkan melintas ke Jalan Sudirman dan dialihkan menuju kawasan Kuningan. Anandaku menyebut jumlah peserta aksi yang sempat tertahan mencapai sekitar 700 orang yang datang menggunakan 14 unit bus.
Ia menegaskan massa aksi tetap bersikeras menggelar demonstrasi di Bundaran HI dan menolak memindahkan lokasi aksi. Menurutnya, pemilihan Bundaran HI sebagai titik unjuk rasa telah menjadi kesepakatan bersama seluruh peserta aksi.
"Sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan Presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.