Ia menambahkan, aksi serupa sebelumnya telah dilaksanakan pada 25 April 2026. Saat itu, tercatat penghematan listrik mencapai 96,91 MWh dengan efisiensi biaya sebesar Rp140,2 juta. Selain itu, aksi tersebut juga berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga 77,53 ton CO2e.
Menurut Dudi, hasil tersebut menunjukkan bahwa langkah sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
"Melalui aksi sederhana ini, kita bisa ikut menjaga kualitas lingkungan sekaligus menghemat energi. Jika menjadi kebiasaan bersama, dampaknya akan semakin besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.