Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 27 Juni 2026 |14:42 WIB
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tim internasional membantu operasi penyelamatan di Venezuela. (Foto: AP)
A
A
A

CARACAS - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi besar di Venezuela hingga Jumat (26/6/2026) telah meningkat menjadi 920 orang, kata Jorge Rodriguez, Kepala Majelis Nasional Venezuela. Angka ini melonjak tajam dari angka 589 orang yang diumumkan Presiden Sementara Delcy Rodriguez beberapa jam sebelumnya.

Tim penyelamat terus mencari korban yang selamat di antara reruntuhan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan M7,5 dan M7,2 yang mengguncang pada Rabu (24/6/2026). Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tim pencarian dan penyelamatan internasional dari setidaknya 17 negara dikerahkan ke Venezuela untuk membantu dalam penanggulangan gempa bumi yang dahsyat tersebut.

Badan kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan bahwa mengirim tim-tim tersebut ke daerah yang terkena dampak sekarang menjadi “prioritas utama.”

“Gempa bumi adalah salah satu hal paling dahsyat yang dapat terjadi pada negara mana pun,” kata Juru Bicara OCHA Jens Laerke kepada wartawan di Jenewa, sebagaimana dilansir TRT. “Ini benar-benar hal yang menakutkan.

Tetapi apa yang kita lihat sekarang juga merupakan mobilisasi internasional dalam bentuk terbaiknya. Seluruh sistem kemanusiaan bergerak sangat cepat, dan dalam skala besar.”

Tim Penyelamat Internasional Dikerahkan

Sebanyak 25 tim — termasuk 17 unit pencarian dan penyelamatan perkotaan nasional, bersama dengan tim tanggap medis darurat — dikerahkan, membawa sekitar 1.000 personel penyelamat, kata Laerke, menambahkan bahwa pengerahan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi.

Tim dari Chile, Kolombia, El Salvador, Italia, Meksiko, Swiss, dan Amerika Serikat sudah berada di Venezuela, tambahnya.

Tim dari Turki, Inggris, Republik Ceko, Ekuador, Prancis, Jerman, Yordania, Belanda, Qatar, dan Spanyol, antara lain, juga dikerahkan.

 

Penyelamatan Tetap Prioritas

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kebutuhan mendesak termasuk penanganan korban massal dan perawatan trauma, khususnya di daerah dengan bangunan yang runtuh.

“Prioritas utama adalah menyelamatkan sebanyak mungkin orang sambil segera memberikan perawatan kesehatan yang menyelamatkan jiwa kepada para korban luka,” kata Ciro Ugarte, direktur darurat PAHO, cabang regional Amerika dari badan kesehatan PBB.

“72 jam pertama sangat penting untuk menyelamatkan nyawa, dan upaya difokuskan untuk memastikan perhatian medis tepat waktu bagi mereka yang terkena dampak,” katanya, berbicara dari Washington.

“Jumlah kematian dan orang yang terluka akan meningkat secara signifikan dalam beberapa jam dan hari mendatang.”

Ia mengatakan gempa bumi telah menghantam sistem kesehatan yang sudah rapuh, tetapi lebih dari 15 kementerian kesehatan di wilayah tersebut telah berjanji untuk memberikan dukungan dan siap untuk mengerahkan tim.

Ugarte mengatakan para ahli PAHO sedang bekerja untuk memetakan fasilitas kesehatan yang terkena dampak. Mereka telah mengidentifikasi lebih dari 90 rumah sakit yang terpapar intensitas guncangan di atas enam dan tujuh pada skala intensitas Modified Mercalli.

 

“Kami memprioritaskan fasilitas-fasilitas tersebut, termasuk penilaian keselamatan struktural, kapasitas unit gawat darurat, ruang operasi, tempat tidur rawat inap, pasokan darah, dan oksigen,” katanya.

“Rumah sakit menangani cedera seperti patah tulang dan cedera kepala, tetapi kami juga melihat luka bakar dan cedera lain yang diakibatkan oleh runtuhnya bangunan,” tambahnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement