“Di tengah pilihan destinasi yang semakin beragam, kemudahan akses telah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung,” sebutnya.
Evita mendukung usulan pemberian bebas visa secara selektif kepada enam negara prioritas, yakni Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Kazakhstan, sebagaimana diusulkan pemerintah. Menurutnya, negara-negara tersebut merupakan pasar wisatawan potensial dengan tingkat pengeluaran yang relatif tinggi serta memiliki peluang besar dalam mendorong investasi dan kegiatan internasional di Indonesia.
“Sekaligus berpotensi meningkatkan investasi, penyelenggaraan kegiatan internasional, dan hubungan ekonomi Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan kembali kebijakan ini harus dievaluasi secara berkala, baik dari sisi manfaat ekonomi, keamanan, maupun prinsip resiprositas antarnegara. Jangan sampai hanya menghitung kehilangan miliaran rupiah dari PNBP visa, tetapi mengabaikan potensi triliunan rupiah perputaran ekonomi yang dihasilkan dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Yang harus kita cari adalah titik keseimbangan terbaik antara penerimaan negara, pertumbuhan ekonomi, daya saing pariwisata, investasi, dan keamanan nasional. Itulah kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan nasional,” katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.