Kehadirannya juga dikenal luas melalui media sosial dan kanal YouTube. Lewat berbagai platform tersebut, ia rutin menyuarakan aspirasi warga sekaligus mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Di luar aktivitas sosial, Jro Bima memiliki perhatian besar terhadap pelestarian adat dan budaya Bali. Ia telah menjalani pawintenan sebagai pemangku dan ngayah di Pura Candi Narmada Tanah Kilap sebagai bentuk pengabdian terhadap nilai-nilai spiritual yang diwariskan para leluhur.
Baginya, menjaga Bali bukan sekadar mempertahankan warisan budaya, tetapi juga memastikan nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat tetap hidup di tengah perubahan zaman. Semangat itu sejalan dengan filosofi Nindihin Bali yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan, kebenaran, dan martabat leluhur.
"Bali adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Kalau bukan kita yang peduli terhadap masyarakat, adat, dan budaya Bali, lalu siapa lagi?" tuturnya.
Meski telah lama bergerak di jalur sosial, Jro Bima menilai masih banyak persoalan yang membutuhkan perjuangan melalui ruang kebijakan. Pandangan itulah yang kemudian membawanya bergabung dengan Partai Perindo.
"Saya masuk politik bukan untuk mencari jabatan. Saya ingin bisa berbuat lebih banyak dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Bali," tegasnya.