JAKARTA - Upaya pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang hingga Minggu (5/7/2026) masih berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran yang berhasil dipadamkan baru sekitar 40 persen wilayah.
"Saat ini 40 persen dari daerah yang terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan. Upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60 persen daerah terbakar yang masih belum padam, meski sudah bisa dikendalikan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Minggu.
Abdul menjelaskan, sejauh ini upaya memadamkan api menggunakan dua helikopter. Jumlahnya akan ditambah besok sehingga menjadi empat helikopter.
"BNPB akan menambah 2 unit heli water bombing, sehingga total menjadi 4 unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman," ujar dia.
Dia juga menerangkan, sebanyak 232 jiwa mengungsi. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak asap pekat imbas kebakaran tersebut.
"232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran," ungkapnya.
Pria yang kerap disapa Aam itu merinci, dari 232 jiwa yang mengungsi itu terdiri dari 60 anak-anak, 7 lansia, 1 ibu hamil, 26 balita, dan satu penyandang disabilitas.
Seperti diketahui, kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum padam sejak Selasa, 30 Juni lalu. Pemkab Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat karena luasan wilayah TPA yang terbakar mencapai 15 hektare.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.