PADANG - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan hasil penyelidikan kasus ledakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Polisi memastikan ledakan yang berasal dari bom rakitan dengan daya ledak rendah atau low explosive.
"Dari beberapa bom rakitan yang dibuat hanya satu meledak (low explosive) di samping kelas,” kata Jubir Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana, Rabu (15/7/2026).
Mayndra menyebutkan, R belajar merakit bom dari internet dan terinspirasi kasus SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu.
“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025,” ujar dia.
Saat ini, pihaknya juga masih melakukan pendalaman. Berdasarkan keterangan awal terduga, perangkat diduga dirakit secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.
“Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," tutup Mayndra.
Diketahui, ledakan terjadi pada Selasa (14/7) di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan ledakan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.