Kebakaran hutan tersebut berlokasi di dekat area Teluk Arcachon—sebuah pusat pariwisata—dan sebagian besar dari mereka yang dievakuasi merupakan wisatawan yang menginap di area perkemahan. Pemerintah prefektur menyatakan belum ada korban luka sejauh ini.
Kebakaran ini terjadi ketika kawasan Eropa selatan kembali dilanda gelombang panas ekstrem, dengan suhu mencapai lebih dari 40°C di beberapa daerah.
Benua ini telah mengalami tiga gelombang panas yang hampir beruntun sepanjang tahun ini. Cuaca panas yang intens tersebut juga dituding sebagai penyebab ribuan kematian tambahan pada periode Mei hingga Juni lalu.
Para ilmuwan sepakat bahwa krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia terus meningkatkan intensitas gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan, sekaligus menciptakan kondisi yang memicu badai ekstrem serta merusak.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.