Menurut Prabowo, pemimpin tidak perlu menghabiskan waktu seharian di lapangan, tetapi setidaknya meluangkan waktu sekitar satu jam setiap hari untuk berkeliling melihat langsung kondisi wilayahnya.
Dia juga meminta aparat tidak ragu menegur warga maupun pelaku usaha yang tidak menjaga kebersihan. Bahkan, jika teguran tidak diindahkan, ia mengusulkan adanya tim gabungan yang melibatkan Kejaksaan dan Polri untuk melakukan penertiban.
Prabowo menilai kebersihan merupakan cerminan martabat bangsa. Karena itu, ia menegaskan tidak boleh ada kota yang kotor di Indonesia. “Sampah adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok,” tegasnya.
Untuk mendorong pemerintah daerah berlomba menjaga kebersihan, Prabowo mengusulkan pemberian insentif bagi kota-kota paling bersih. Menurutnya, hadiah berupa anggaran akan lebih bermanfaat dibandingkan sekadar piala karena dapat digunakan membeli alat kebersihan seperti truk sampah maupun ekskavator.
Di akhir arahannya, Prabowo juga menyampaikan pesan khusus kepada para perwira TNI agar tidak segan turun langsung ke lapangan.
“Panglima-panglima, jenderal-jenderal jangan jadi Jenderal Salon. Maunya bersih saja. Sekali-sekali jenderal sepatunya harus kotor. Kalau perlu celananya harus kotor sampai ke dengkul. Heh? Tapi jangan kalau menghadap Presiden dikotorin sepatunya, itu ilmu dulu, jangan-jangan,” ujarnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.