Menurut Suharyanto, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak sehingga mempercepat pemadaman api, mempercepat pendinginan lahan gambut, serta mencegah meluasnya kebakaran.
Untuk mendukung efektivitas operasi, BNPB juga memastikan ketersediaan stok bahan semai NaCl dan menyetujui penambahan armada pesawat OMC, termasuk pembukaan pangkalan operasi tambahan di Pangkalan Bun.
"Saya ijinkan juga kalau ada penambahan kemudian saya ijinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu," ujarnya.
Berdasarkan data hingga Jumat (31/7), operasi OMC di Kalimantan Tengah menggunakan pesawat Caravan telah berlangsung selama empat jam penerbangan dengan penyebaran 2.000 kilogram bahan semai NaCl yang mencakup area seluas 1.777,60 kilometer persegi. Stok bahan semai yang tersedia di Posko OMC saat ini mencapai 6.000 kilogram.
Sebelumnya, BNPB telah melaksanakan OMC tahap pertama di Kalimantan Tengah pada 16–30 Juni 2026 dengan total durasi terbang 63 jam 18 menit, 31 sorti penerbangan, serta penggunaan 31.000 kilogram bahan semai.