JAKARTA —Pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan/Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane-Beunyot, Juli, Bireuen, mulai dikebut pascabencana Aceh. Bendungan tersebut ditargetkan dapat mengalirkan air ke sawah-sawah petani di kabupaten pada bulan Oktober 2026.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Posko Wilayah Aceh, melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan darurat Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekosntruksi (PRR) Safrizal berharap pembangunan darurat fisik Bendungan Pante Lhong II dan jaringan irigasinya, dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
“Kamu memberikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS) dan kontraktor pelaksana kegiatan, yang telah bekerja keras siang dan malam, untuk mempercepat penyelesaian darurat bendungan tersebut,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Safrizal mengharapkan dukungan dari semua pihak, mulai dari masyarakat setempat, media massa, elemen sipil lainnya,serta seluruh stakeholder.
Kerja pemulihan merupakan kolaborasi lintas sektor. Semua pihak harus terlibat sesuai degan tupoksinya masing-masing. Kepedulian bersama, akan mempermudah proses pemulihan Aceh setelah dihempang bencana siklon senyar pada November tahun lalu.
“Tentunya kita semua berharap proses pembangunan darurat bendungan tersebut, dan proses pemulihan Aceh secara luas, dapat dilakukan sesuai dengan target yang telah disusun. Mari kita semua memberikan dukungan,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, pembangunan cofferdam (tanggul sementara) sudah mencapai 100 persen. Kegiatan yang sedang dilakukan yaitu penambahan kantong pasir (geotube)untuk memperkuat cofferdam. Proses penguatan tanggul sementara telah mencapai 65 persen.
Seluruh kegiatan pembangunan darurat fisik Bendung Pante Lhong II yang membentang antara Desa Teupin Mane-Beunyot, selesai pada September tahun ini bila tidak ada halangan.
Dari hasil penelusuran Satgas PRR Posko Wilayah Aceh, saat ini terdapat tiga struktur utama yang sedang dibangun di sana. Terdiri dari pembangunan cofferdam (tanggul sementara), saluran pelimpah darurat (emergency spillway), dan pemasangan pintu kantong lumpur dengan total panjang penanganan sekitar 150 meter.
Pemerintah menargetkan pada September 2026,seluruh sisa pekerjaan penyempurnaan pada bendungan utama, seperti penyelesaian cofferdam, pemasangan pintu kantong lumpur, dan emergency spillway rampung sepenuhnya.
“Bila sesuai target,pada Oktober tahun ini para petani di Kecamatan Juli dan Peusangan, diproyeksikan dapat memanfaatkan suplai air secara optimal dan serentak untuk memulai kembali masa bercocok tanam,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.